Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Menyiram Muram

ilustrasi air
ilustrasi air (pexels.com/Pixabay)

Menyiram muram
Dengan sisa hujan tertinggal di mata
Airnya pahit,
Seperti kenangan yang lupa cara pulang

Muram tumbuh di dada
Akar-akarnya menjalar pelan
Mengikat napas,
Menjadikan sunyi rumah sementara

Sebentar meminjam pagi
Menampung cahaya tumpah
Sungguh, muram menutup jendela langit
Mengabaikan permohonan sengit

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ken Ameera
EditorKen Ameera
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Gelombang Biru Lautan

18 Feb 2026, 21:07 WIBFiction
ilustrasi seseorang yang sedang melamun di depan komputer

[PUISI] Entah Kemana

18 Feb 2026, 20:17 WIBFiction
ilustrasi air

[PUISI] Menyiram Muram

18 Feb 2026, 16:47 WIBFiction
ilustrasi paman

[PUISI] Paman Datang

18 Feb 2026, 05:04 WIBFiction
taman kebun musim gugur yang hangat.

[PUISI] Sepasang Riang

17 Feb 2026, 21:07 WIBFiction
ilustrasi sahabat

[PUISI] Sahabat dalam Diam

17 Feb 2026, 05:15 WIBFiction
ilustrasi orang menyambut bulan Ramadan

[PUISI] Fajar Ramadan

16 Feb 2026, 06:15 WIBFiction
ilustrasi bunga jalanan

[PUISI] Bunga Jalanan

16 Feb 2026, 05:04 WIBFiction
ilustrasi seorang anak memegang lilin

[PUISI] Tak Ingin Redup

15 Feb 2026, 21:48 WIBFiction
Ilustrasi siluet senja

[PUISI] Serupa Senja

15 Feb 2026, 21:07 WIBFiction
ilustrasi kebaikan

[PUISI] Putaran Awal

15 Feb 2026, 20:17 WIBFiction