[PUISI] Menyiram Muram

Menyiram muram
Dengan sisa hujan tertinggal di mata
Airnya pahit,
Seperti kenangan yang lupa cara pulang
Muram tumbuh di dada
Akar-akarnya menjalar pelan
Mengikat napas,
Menjadikan sunyi rumah sementara
Sebentar meminjam pagi
Menampung cahaya tumpah
Sungguh, muram menutup jendela langit
Mengabaikan permohonan sengit
This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.


















