Di sudut kepalaku berdengung mesin kecil
Menetas mimpi dari telur-telur ragu
Sayapnya basah oleh kemungkinan
Namun tetap mencoba terbang
Beberapa jatuh menjadi ide patah
Beberapa tumbuh menjadi keberanian
Tak semua lahir sempurna
Namun semuanya hidup sebentar di hatiku
Aku memelihara mesin itu dengan harap
Memberinya bahan bakar bernama percaya
Agar ia tak berhenti berdetak
Meski dunia sering mematikannya
Karena tanpa mesin penetas mimpi
Hidup hanya berjalan tanpa arah
Dan aku memilih bunyi yang berisik
Daripada sunyi yang kosong
![[PUISI] Mesin Penetas Mimpi](https://image.idntimes.com/post/20260108/pexels-ron-lach-10670134_79bd944d-5b97-4b3c-9940-7f8c940c867f.jpg)