Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Mi Instan Kuah

[PUISI] Mi Instan Kuah
ilustrasi mi kuah (unsplash.com/@mario)

Uap panas semangkuk mi instan kuah
Memburamkan lensa terbingkai plastik
Tempat sepasang mata yang sakit bersembunyi
Lengkap dengan tarikan senyum pahit

Apa? Apa lagi yang ia harapkan?
Ia hanya tahu cara mendinginkan mi instan kuah
Memilin-milin mi dengan satu-satunya garpu
Sebab ia tak mampu memainkan sumpit

Tuhan, dengar, ia hanya ingin kenyang malam ini

 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sarah Dani
EditorSarah Dani
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Cinta Puan Bukan Takhta

25 Feb 2026, 16:47 WIBFiction
[PUISI] Merayakan Sepi

[PUISI] Merayakan Sepi

25 Feb 2026, 05:15 WIBFiction
[PUISI] Di Antara Gerimis

[PUISI] Di Antara Gerimis

24 Feb 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Luka yang Berjalan

[PUISI] Luka yang Berjalan

23 Feb 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Kepada Hati

[PUISI] Kepada Hati

22 Feb 2026, 20:27 WIBFiction
[PUISI] Asa Tersisa

[PUISI] Asa Tersisa

22 Feb 2026, 05:15 WIBFiction
[PUISI] Buat Apa Bersuara?

[PUISI] Buat Apa Bersuara?

22 Feb 2026, 05:04 WIBFiction