Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Muara Di Matamu

[PUISI] Muara Di Matamu
Ilustrasi wanita tersenyum (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Fajar datang menyambutku
Dia selalu ingin melihat keadaanku
Seraya mataku selalu berlabuh 
Pada muara di matamu

Hingga di ujung senja
Kita bermuara bersama
Sebelum terpejam sempat menyapa
Mengisyaratkan hangat kemerahan

Tentang aku
Yang selamanya akan menunggumu
Sampai dirimu terpejam sekalipun
Akan tetap kutunggu

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Maftukhatul Azizah
EditorMaftukhatul Azizah
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Sunyi yang Mendesak

24 Mar 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Ruang Tersembunyi

[PUISI] Ruang Tersembunyi

23 Mar 2026, 20:27 WIBFiction
[PUISI] Luka yang Berbunga

[PUISI] Luka yang Berbunga

23 Mar 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Badut Tanpa Sirkus

[PUISI] Badut Tanpa Sirkus

22 Mar 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Subuh yang Beku

[PUISI] Subuh yang Beku

21 Mar 2026, 15:25 WIBFiction
[PUISI] Anak Bawang

[PUISI] Anak Bawang

20 Mar 2026, 05:04 WIBFiction