Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Nasib Telah Menjadi Bubur

[PUISI] Nasib Telah Menjadi Bubur
ilustrasi perempuan bersedih (pexels.com/Kat Smith)

Inilah ceritaku dan diriku sendiri
Berusaha mencari jalan agar keluar dari lingkaran hitam
Namun nasib telah menjadi bubur
Aku hanya bisa menurut dan berkata iya

Inilah ceritaku dan diriku sendiri
Aku bisa mendengar namun belum tentu menerima
Namun nasib telah menjadi bubur
Kata-kata hanyalah angin yang numpang lewat
Aku hanya bisa berkata siap untuk menjadi budaknya

Inilah ceritaku dan diriku sendiri
Menangis dalam diam tanpa ada yang mendengar
Namun nasib telah menjadi bubur
Aku ingin menyerah tapi mimpi itu masih dekat denganku

Bisakah aku memilih jalan hidupku sendiri? 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Srikandy Indah Karina Sarashynta Budoyo
EditorSrikandy Indah Karina Sarashynta Budoyo
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Langit yang Terluka oleh Manusia

10 Mar 2026, 13:07 WIBFiction
[PUISI] Di Antara Retak

[PUISI] Di Antara Retak

10 Mar 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Memilih Keheningan

[PUISI] Memilih Keheningan

09 Mar 2026, 20:27 WIBFiction
[PUISI] Meminta Cahaya

[PUISI] Meminta Cahaya

08 Mar 2026, 21:48 WIBFiction
[PUISI] Doa-Doa dalam Diam

[PUISI] Doa-Doa dalam Diam

08 Mar 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Cacat Perspektif

[PUISI] Cacat Perspektif

08 Mar 2026, 05:04 WIBFiction