Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Nirmala Kelabu

[PUISI] Nirmala Kelabu
ilustrasi orang memegang bunga (pexels.com/cup of couple)

Di kala sang malam mulai menjemu
Menanti ufuk fajar menerangi nirmala kelabu
Tapi cahayanya kian membiru
Melewati barisan kenangan masa lalu

Muak sudah dihujani petaka rindu
Tidak berkesudahan menahan tangis pilu
Sesaknya melebihi kilauan sembilu
Meraung memastikan diri tidak tersipu

Dan terasa senjanya diulur waktu
Meninggalkan kekosongan di pelupuk aru
Biang ketidakadilan bermurai paru
Dipastikan kehangatan yang rancu

Dibantu pihak yang mendongeng seru
Melawan kesedihan tertandingi kelu
Kendati mengusap dalih yang membeku
Hangatnya kicauan berbubuh daku

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Tania Stephanie
EditorTania Stephanie
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Sunyi yang Mendesak

24 Mar 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Ruang Tersembunyi

[PUISI] Ruang Tersembunyi

23 Mar 2026, 20:27 WIBFiction
[PUISI] Luka yang Berbunga

[PUISI] Luka yang Berbunga

23 Mar 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Badut Tanpa Sirkus

[PUISI] Badut Tanpa Sirkus

22 Mar 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Subuh yang Beku

[PUISI] Subuh yang Beku

21 Mar 2026, 15:25 WIBFiction
[PUISI] Anak Bawang

[PUISI] Anak Bawang

20 Mar 2026, 05:04 WIBFiction