Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Padam yang Tak Kau Lihat

[PUISI] Padam yang Tak Kau Lihat
Ilustrasi berjalan di luar rumah pada malam hari (Pexel.com/Lisa)

Pagi yang segar
lama tak kuhirup —
tinggal harap
yang tak lagi hidup.

Dan kau,
yang memecahkan piring-piring
di saat laparmu,
membiarkan bisingnya
berserakan di lantai
sementara langkahku
tertatih,
menusuk tajam
di telapak kaki sendiri.

Malam,
jadi ladang mimpi buruk:
sepi menerkam,
jeritan memekik
tanpa satu pun yang peduli.

Lalu kini kau datang,
menjanjikan cahaya baru —
tapi,
bagaimana dengan waktu-waktuku
yang sudah lebih dulu
kau buat padam?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Siantita Novaya
EditorSiantita Novaya
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Musim yang Tak Kembali

20 Mar 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Anak Bawang

[PUISI] Anak Bawang

20 Mar 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Di Balik Kaca Toko

[PUISI] Di Balik Kaca Toko

17 Mar 2026, 21:17 WIBFiction
[PUISI] Ilusi Emosi

[PUISI] Ilusi Emosi

17 Mar 2026, 21:07 WIBFiction
[PUISI] Menahan Diri

[PUISI] Menahan Diri

16 Mar 2026, 21:07 WIBFiction
[PUISI] Perpustakaan Waktu

[PUISI] Perpustakaan Waktu

16 Mar 2026, 17:47 WIBFiction
[PUISI] Jejak Keruh

[PUISI] Jejak Keruh

16 Mar 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Menabung Kebaikan

[PUISI] Menabung Kebaikan

15 Mar 2026, 21:17 WIBFiction