tak paham
semua yang terpahat
di wajah dan perangaiku
apa akibat kenistaanku?
atau kutukan dari Sembahanku?
rekah bibirku yang kurang menawan
riangku dipandang berlebihan
tangis tertuduh lakonan
apakah aku patut diam bak kayu?
lalu kupersilakan kau pahat aku
sehendakmu, sesukamu
sekalipun sakit tergores jua tercungkil
aku berujar dari terdalam
"..."
tidak ada
Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
[PUISI] Pahat
![[PUISI] Pahat](https://image.idntimes.com/post/20260612/pexels-juan-carlos-perez-gallego-204165997-34129551_eb4fbe22-6ead-4dd3-8e96-302f39e11079.jpg)
ilustrasi pahatan kayu (pexels.com/Juan Carlos Pérez Gallego)
This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Editorial Team
EditorYudha