Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
[PUISI] Pahat
ilustrasi pahatan kayu (pexels.com/Juan Carlos Pérez Gallego)

tak paham
semua yang terpahat
di wajah dan perangaiku

apa akibat kenistaanku?
atau kutukan dari Sembahanku?

rekah bibirku yang kurang menawan
riangku dipandang berlebihan
tangis tertuduh lakonan

apakah aku patut diam bak kayu?
lalu kupersilakan kau pahat aku

sehendakmu, sesukamu

sekalipun sakit tergores jua tercungkil
aku berujar dari terdalam

"..."
tidak ada

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

EditorYudha ‎