Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
[PUISI] Pengembara
ilustrasi berdoa (unsplash.com/Imad Alassiry)

Aku adalah sebongkah tanya
Aku menjelma bagaikan petapa
Aku lusuh, linglung, terlantung-lantung
Lalu tersungkur badanku pada lembayung

Hujan kini mengguyur nasib
Basah peluh seolah terimpit
Meriang badan meriang terbakar
Meradang pilu menghunus sukma
Mengadu nasib pada empunya

Nasib malang tiada tertolak
Nasib baik hendaklah datang
Seraya berdoa seraya bersembahyang
Merayu pencipta mengagungkan kalamnya
Moga-moga terkabul pintanya

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

EditorYudha ‎