Di kebun berduri, kau janjikan bunga
Yang akan mekar bersamaan dengan senyum
Aku menunggu lama, berhitung di atas batu
Musim berganti, tapi kembang tak kunjung tumbuh
Dan kau tetap absen seperti burung yang terlambat pulang
Waktu menggoreskan garis halus di dahan
Seperti tinta di atas daun yang mulai menguning
Aku memanggil, berbisik pada angin
"Apakah kau lupa? Atau hanya menunda kepastian?"
Tapi jawabannya hanyalah hujan yang tak pernah turun
Surat yang kau tulis di tanah basah
Sudah terkikis oleh langkah dan cuaca
Aku mencoba membaca antara baris semak
Yang berbisik, "Ia tidak akan kembali"
Sementara matahari terus bergerak, membawa pergi harapan
Di sudut kebun yang kau tinggalkan, kini ada
Batu yang bertumbuh lumut, menggantikan harapan
Aku duduk di sana, menunggu pengunjung yang tak pernah datang
Musim semi datang dan pergi, membawa kembang palsu
Yang menyerupai senyummu, tapi tak pernah menyentuh hati
Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
[PUISI] Pengunjung Musim Semi yang Tak Datang
![[PUISI] Pengunjung Musim Semi yang Tak Datang](https://image.idntimes.com/post/20251208/pexels-magda-ehlers-pexels-6364417_b16e25e1-b2e8-47a6-bd7f-371023e034f5.jpg)
ilustrasi lumut hijau di atas batu (pexels.com/Magda Ehlers)
This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Curated For You
- [INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial 09 Sep 2026, 13:52 WIB
- [PUISI] Sajak Laut09 Dec 2025, 05:04 WIB
- Penegakan Hukum Keracunan MBG Dipertanyakan, 11 Tokoh Bersuara21 Sep 2026, 07:00 WIB
- [PUISI] Cepat Pulang08 Dec 2025, 05:04 WIB
Editorial Team
EditorYudha
Related Article
[PUISI] Sebelum Melanjutkan Langkah24 Sep 2026, 21:17 WIB
[PUISI] Suara Semu24 Sep 2026, 21:07 WIB
[PUISI] Penyesalan24 Sep 2026, 11:07 WIB
[PUISI] Kidung yang Agung24 Sep 2026, 08:28 WIB
[PUISI] Aku Kira Dewasa Akan Terasa Berbeda24 Sep 2026, 05:25 WIB
[PUISI] Emas Ditukar Lapar24 Sep 2026, 05:04 WIB
[PUISI] Amerta di Tengah Gelap23 Sep 2026, 21:17 WIB
[PUISI] Di Antara Senja23 Sep 2026, 21:07 WIB
[PUISI] Di Antara Gugur dan Tumbuh23 Sep 2026, 17:47 WIB
[PUISI] Rimba Digadai23 Sep 2026, 05:25 WIB
[PUISI] Ia Bukan Lagi Perempuan yang Sama23 Sep 2026, 05:04 WIB
[PUISI] Jam yang Memakan Usia22 Sep 2026, 17:07 WIB
[PUISI] Separuh Percaya yang Dipaksa22 Sep 2026, 05:25 WIB
[PUISI] Dari Luka Tumbuh Kehidupan22 Sep 2026, 05:04 WIB
[PUISI] Daku dan Harap21 Sep 2026, 20:17 WIB
[PUISI] Cinta yang Membuatku Ragu21 Sep 2026, 19:07 WIB
[PUISI] Menutup Pintu Luka21 Sep 2026, 08:48 WIB
[PUISI] Berhenti Saat Remang21 Sep 2026, 05:25 WIB
[PUISI] Musim Baru untuk Pohon yang Lelah21 Sep 2026, 05:04 WIB
[PUISI] Hilang20 Sep 2026, 21:07 WIB