Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Penyulam Rindu

[PUISI] Penyulam Rindu
ilustrasi membatik (unsplash.com/@ariefsans)

Aku adalah penyulam rindu
Menyambung benang-benang kenangan menjadi kain
Mengaitkan kain-kain nostalgia menjadi selimut
Menenun selimut-selimut kerinduan menjadi puisi

Puisiku adalah luka pelangi
Berdarah-darah dengan rasa dan duka
Bersedih-sedih dengan tangis dan lara
Bertabur-tabur dengan luka dan dera

Aku dan puisiku adalah satu
Tak terobati oleh waktu dan jarak
Tak terhapus oleh logika dan akal
Tak terlupakan oleh rintangan dan halangan

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Rizky Mauladi
EditorRizky Mauladi
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Merayakan Sepi

25 Feb 2026, 05:15 WIBFiction
[PUISI] Di Antara Gerimis

[PUISI] Di Antara Gerimis

24 Feb 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Luka yang Berjalan

[PUISI] Luka yang Berjalan

23 Feb 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Kepada Hati

[PUISI] Kepada Hati

22 Feb 2026, 20:27 WIBFiction
[PUISI] Asa Tersisa

[PUISI] Asa Tersisa

22 Feb 2026, 05:15 WIBFiction
[PUISI] Buat Apa Bersuara?

[PUISI] Buat Apa Bersuara?

22 Feb 2026, 05:04 WIBFiction