Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

[PUISI] Penyulam Rindu

[PUISI] Penyulam Rindu
ilustrasi membatik (unsplash.com/@ariefsans)
Share Article

Aku adalah penyulam rindu
Menyambung benang-benang kenangan menjadi kain
Mengaitkan kain-kain nostalgia menjadi selimut
Menenun selimut-selimut kerinduan menjadi puisi

Puisiku adalah luka pelangi
Berdarah-darah dengan rasa dan duka
Bersedih-sedih dengan tangis dan lara
Bertabur-tabur dengan luka dan dera

Aku dan puisiku adalah satu
Tak terobati oleh waktu dan jarak
Tak terhapus oleh logika dan akal
Tak terlupakan oleh rintangan dan halangan

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Topics
Editorial Team
Rizky Mauladi
EditorRizky Mauladi

Related Articles

See More

[PUISI] Dahaga di Mulut Besi

30 Mei 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Dompet Renta Ayah

[PUISI] Dompet Renta Ayah

28 Mei 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Selembar Pasrah

[PUISI] Selembar Pasrah

27 Mei 2026, 15:07 WIBFiction
[PUISI] Jubah Prasangka

[PUISI] Jubah Prasangka

27 Mei 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Tentang Mimpi

[PUISI] Tentang Mimpi

26 Mei 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Tolak Ukur

[PUISI] Tolak Ukur

25 Mei 2026, 21:07 WIBFiction
[PUISI] Perihal Ibu

[PUISI] Perihal Ibu

25 Mei 2026, 05:25 WIBFiction