Sungai menghafal warna nestapa,
Angin membawa aroma kehilangan
Pohon-pohon berdoa dengan daun gugurnya
Sementara bumi memeluk retak
Betapa mahal setetes kasih
Kala nurani dijual semurah pasir
Betapa sunyi suara damai
Kala rakus dipahat
menjadi berhala paling agung
Sungguh, darah tak pernah mampu
menumbuhkan taman
Ia hanya mengundang gagak
Untuk menyanyikan elegi
Di atas mimpi-mimpi yang dipatahkan
![[PUISI] Rakus Duniawi](https://image.idntimes.com/post/20240207/1000135485-d970b9a19a754cc9ecd9f9b6f7df74c6-c678a721c54b2cf87e40fe12717e4fbe.jpg)