Langit perlahan menurunkan warnanya
Cahaya tersisa menggantung di ujung hari
Langkahku mengikuti jalan yang sama
Namun rasa di dalam tidak lagi serupa
Angin senja menyentuh wajah dengan lembut
Membawa kenangan yang lama terdiam
Suara dunia mulai menjauh satu per satu
Menyisakan ruang untuk kembali mengenal diri
Bayang pohon memanjang di tanah
Seolah menunjukkan arah tanpa bicara
Aku berjalan tanpa banyak pertanyaan
Membiarkan waktu merapikan yang tersisa
Saat redup benar-benar turun
Hati terasa lebih ringan dari sebelumnya
Langit tidak menahanku untuk tinggal
Ia hanya mengantar langkahku pulang
Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
[PUISI] Redup Langit Mengantar Pulang
![[PUISI] Redup Langit Mengantar Pulang](https://image.idntimes.com/post/20260315/cristina-gottardi-tspfyb4kdku-unsplash_9d369505-f7d7-4940-ab6e-fa392731d028.jpg)
ilustrasi matahari terbenam (unsplash.com/Cristina Gottardi)
This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Editor’s Picks
Editorial Team
EditorYudha
Follow Us