Malam menumpahkan arang ke langit
dan bintang-bintang menyala seperti luka yang indah
di tubuh gelap yang tak pernah sembuh.
Angin mengunyah sisa-sisa hari
lalu meludahkannya menjadi dingin
yang menempel di kulit kenangan.
Waktu berjalan pincang
menyeret bayang-bayang yang kelelahan
di lorong-lorong yang tak memiliki arah.
Di dalam dada
ada kota yang perlahan runtuh
batu demi batu
tanpa suara, tanpa peringatan.
Pikiran menjadi lautan retak
di mana ombak tak lagi pecah
hanya mengendap seperti rahasia
yang terlalu berat untuk dilupakan.
Dan cahaya
tidak lagi datang sebagai terang
ia hadir sebagai serpihan
yang jatuh satu per satu
menjadi reruntuhan yang berkilau.
Barangkali hidup bukan tentang utuh
melainkan tentang bagaimana kita
tetap berdiri
di tengah runtuhnya cahaya
Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
[PUISI] Reruntuhan Cahaya
![[PUISI] Reruntuhan Cahaya](https://image.idntimes.com/post/20260327/pexels-milivigerova-5984538_988c1c4c-faa5-4f74-9bfc-95c823491662.jpg)
ilustrasi cahaya malam (pexels.com/Milada Vigerova)
Take a Deeper Read
This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Curated For You
- Dipa Andika Bongkar Soal Perizinan dan Produksi Operasi Pesta Copet di Pestapora04 Sep 2026, 08:59 WIB
- [PUISI] Kalian Bisa Apa?28 Mar 2026, 21:44 WIB
- Mengendus Harumnya Bisnis Nilam Indonesia yang Terbang ke Luar Negeri03 Oct 2026, 10:00 WIB
- [PUISI] Sunyi Menjelang Terbit26 Mar 2026, 05:04 WIB
Editorial Team
EditorYudha
Related Article
[PUISI] Telanjur Berharap pada Hal yang Samar15 Oct 2026, 05:04 WIB
[PUISI] Bahagia Sebesar Remah Roti14 Oct 2026, 22:22 WIB
[PUISI] Ketika Takdir Menghunuskan Lara14 Oct 2026, 21:17 WIB
[PUISI] Jika Awan Sudi14 Oct 2026, 21:07 WIB
[PUISI] Setelah Lelah, Apa yang Tersisa?14 Oct 2026, 17:57 WIB
[PUISI] Rumah Bernama Ibu 14 Oct 2026, 05:25 WIB
[PUISI] Mengira Singgah sebagai Rumah14 Oct 2026, 05:04 WIB
[PUISI] Sebelum Senja Benar-benar Pergi13 Oct 2026, 21:27 WIB
[PUISI] Debu Diatas Kelopak13 Oct 2026, 21:17 WIB
[PUISI] Pesona Bentala Memahat Pemikat Nirwana13 Oct 2026, 10:07 WIB
[PUISI] Suara dari Sudut Kota yang Lupa 13 Oct 2026, 09:25 WIB
[PUISI] Jadilah Lampu Jalan13 Oct 2026, 05:04 WIB
[PUISI] Tarian Indah dalam Bayangan Diri12 Oct 2026, 21:07 WIB
[PUISI] Ada Lelah yang Tak Pandai Bersuara12 Oct 2026, 16:47 WIB
[PUISI] Di Pelukan Ibu12 Oct 2026, 05:25 WIB
[PUISI] Sedari Awal Monolog12 Oct 2026, 05:04 WIB
[PUISI]] Bualan Benalu11 Oct 2026, 21:17 WIB
[PUISI] Ketika Bisaku Tak Lagi Berarti11 Oct 2026, 14:17 WIB
[PUISI] Tak Ada yang Terlambat11 Oct 2026, 07:07 WIB
[PUISI] Lelah yang Terbayarkan11 Oct 2026, 05:25 WIB