Lidahnya kapak, dan taringnya adalah gergaji,
datang merayap ke jantung hijau yang sunyi.
Satu demi satu, tubuh karib itu roboh menumbuk bumi,
meninggalkan jerit satwa yang tak lagi punya rumah untuk bersembunyi.
Kini, bukit-bukit itu berdiri telanjang di bawah terik,
seperti raga yang dikuliti, kehilangan pasrah dan pelik.
Akar-akar yang dulu memeluk tanah dengan jemari kokoh,
kini melonggar, membiarkan lumpur bersiap runtuh dan roboh.
Ke mana perginya nyanyian daun-daun saat angin bertamu?
Kini hanya ada sisa tunggul hitam yang meratap abu-abu.
Kita menukar oksigen segar dengan lembaran-lembaran kertas saham,
lalu bingung saat banjir dan gerah mulai datang menghunjam.
Bumi sedang sesak, paru-parunya diamputasi atas nama ambisi.
Jika hijau ini habis diganti beton yang tuli,
kepada siapa lagi esok hari kita akan meminta napas yang murni?
Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
[PUISI] Sajak Paru-paru yang Diamputasi
![[PUISI] Sajak Paru-paru yang Diamputasi](https://image.idntimes.com/post/20260602/davemeier-deforestation-405749_1920_834459d1-8ccd-4879-b072-470ec10d756f.jpg)
ilustrasi penggundulan hutan (pixabay.com/davemeier)
This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Curated For You
- [PUISI] Antara Doa yang Jauh dan Dosa yang Menyembunyikan Diri02 Jun 2026, 05:04 WIB
- [PUISI] Jalan Panjang Menuju Kebijaksanaan01 Jun 2026, 05:04 WIB
Editorial Team
EditorYudha
Related Article
[PUISI] Membangun dari Sisa Reruntuhan13 Sep 2026, 07:07 WIB
[PUISi] Aku yang Tumbuh dari Runtuh13 Sep 2026, 05:25 WIB
[PUISI] Bayang di Belakang Langkah13 Sep 2026, 05:04 WIB
[PUISI] Jalan yang Tidak Kupilih12 Sep 2026, 22:08 WIB
[PUISI] Bunga yang Mekar di Atas Retakan12 Sep 2026, 21:07 WIB
[Puisi] Langit yang Tak Pernah Ditanya12 Sep 2026, 20:27 WIB
[PUISI] Sebuah Langit untuk Mereka yang Bertahan12 Sep 2026, 11:07 WIB
[PUISI] Puing-Puing Bising12 Sep 2026, 05:25 WIB
[PUISI] Entah Ini Kita atau Bukan12 Sep 2026, 05:04 WIB
[PUISI] Cinta yang Mekar untuk Nona11 Sep 2026, 21:07 WIB
[PUISI] Siapakah Aku?11 Sep 2026, 20:30 WIB
[PUISI] Langit Senja dan Percakapan yang Hilang11 Sep 2026, 14:07 WIB
[PUISI] Rebah yang Dirindukan11 Sep 2026, 05:25 WIB
[PUISI] Cara Tanah Memaafkan11 Sep 2026, 05:04 WIB
[PUISI] Besok yang Bukan Milik Kita10 Sep 2026, 21:07 WIB
[PUISI] Parade Bunga Mekar10 Sep 2026, 20:27 WIB
[PUISI] Menghempas Kabut di Raga10 Sep 2026, 10:07 WIB
[PUISI] Cinta yang Tak Menagih Balasan10 Sep 2026, 06:25 WIB
[PUISI] Kamera Favoritmu10 Sep 2026, 05:04 WIB
[PUISI] Di Balik Segala yang Cukup09 Sep 2026, 21:27 WIB