Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

[PUISI] Samudra Asmara

[PUISI] Samudra Asmara
ilustrasi cinta (pixabay.com/geralt)
Share Article

Sapuan ombak
Menghapus aksara cinta di lembutnya pasir
Segenap rasa terbawa aroma gulita
Saling menatap netra
Tanpa banyak kata, asmara yang bicara
Hingga takdir menyapa kita
Membuat muara air mata

Runtuh?
Tidak!
Justru semakin teguh
Saga kita tak pernah berjumpa jeda
Tanda titik enggan menyapa
Tanpa akhir dan senantiasa bermula

Pujangga menggenggam cinta
Bukunya tampak lusuh seakan tak berharga
Penanya diisi tinta darah jiwa
Berjalan sendirian perkasa
Melewati masa demi masa
Menunggu napas terakhir tiba
Diserahkan segala tekadnya
Pada deburan ombak yang perlahan sirna
Meraih bahagia meski cintanya berbeda dunia

"Aku berjalan dalam samudra kerinduan."
Katanya dalam sebuah tulisan roman

 

    This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
    Share Article

    Curated For You

    Editorial Team
    Riza AA
    EditorRiza AA