Aku menatap kucingku dalam diam,
rasanya hanya dia yang mengerti.
Entah apa yang ada di pikirannya,
namun aku sungguh takut ia pergi.
Ingatan itu datang kembali,
saat pertama kali kami bertemu.
Tubuhnya kecil, suaranya pun lirih,
binar matanya menyentuh hatiku.
Mungkin ikatan ini terlihat aneh,
bagi mereka yang tak pernah paham.
Tapi bagiku semua itu tak penting,
selama kau ada di tiap malam dan siang.
Kini badannya sudah mulai gemuk,
membuatku cemas saat ia tak di rumah.
Kadang ia tak mau lagi lama kupeluk,
Ingin bebas lari ke sana kemari.
Namun aku senang melihatnya sehat,
tumbuh besar menemani hari-hariku.
Akan kujaga kamu sekuat tenaga,
Kucing tersayang, teman setiaku.
Tapi bisakah kau berjanji satu hal?
Untuk terus tumbuh dan menemaniku.
![[PUISI] Satu Nyawa di Sisiku](https://image.idntimes.com/post/20260302/pexels-h-i-nguy-n-1627264-12010389_766d5446-9dc3-4044-98c1-cb47e8903078.jpg)