Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
[PUISI] Satu Rintik Berbeda Rasa
Ilustrasi seseorang memakai payung saat hujan (pexels/Denniz Futalan)

Hujan luntur
Bintangnya redup
Pelangi berpaling
Memayungi nabastala

Bahagia mengikat sepi
Rintiknya ditarik luka
Bertahan pada ribuan rasa
Menyentuh temaram

Langit membuka bayangnya
Pesona asmara yang menggigil
Bercahaya di depan rembulan
Mengendap di relung jiwa

Aku membara sendirian!
Air mata yang sembunyi
Haruskah kutelan gerimis ini?
Petir mencerna rinduku setelahnya

Apakah ia terguyur memori sekarang?
Seperti aku yang basah dengan duka
Sepatuku kotor karena egonya!
Merana menempel sejak lama

Nostalgia dimakan waktu
Dibatasi realitas
Kamuflase cinta
Pada bentangan kata

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team