Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Sayap Tak Terkepak

[PUISI] Sayap Tak Terkepak
ilustrasi sayap (pexels.com/ Tina Nord)

Langit perempuan adalah hamparan senja,
Yang dipaksa kelam sebelum bintang bertakhta.
Angin patriarki berembus tajam,
Patahkan sayap sebelum terbang.

Dunia ini ladang bisu,
Suara perempuan ditanam tanpa tumbuh.
Patriarki bak rantai karat,
Melingkar di leher mimpi yang berat.

Tangan-tangan kuasa melukis garis,
Di pasir pantai jiwa yang menangis.
Ingat! Laut tak pernah diam,
Gelombangnya menghantam keangkuhan malam.

Kesetaraan bagai matahari pagi,
Terobos kabut abu-abu yang basi.
Ia letupkan api di hati yang beku,
Bagai mercusuar di samudra biru.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Patricia Elsa
EditorPatricia Elsa
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Tentang Kesepian yang Ingin Kubagi Denganmu

04 Apr 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Semanis Madu

[PUISI] Semanis Madu

03 Apr 2026, 22:08 WIBFiction
[PUISI] Cerita Akhir Maret

[PUISI] Cerita Akhir Maret

03 Apr 2026, 21:17 WIBFiction
[PUISI] Jedalah Sejenak

[PUISI] Jedalah Sejenak

03 Apr 2026, 21:07 WIBFiction
[PUISI] Rumah Ternyaman

[PUISI] Rumah Ternyaman

03 Apr 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Sebongkah Es

[PUISI] Sebongkah Es

03 Apr 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Lahan Basah

[PUISI] Lahan Basah

02 Apr 2026, 22:22 WIBFiction
[PUISI] Rahasia Pagi

[PUISI] Rahasia Pagi

02 Apr 2026, 21:07 WIBFiction
[PUISI] Bahasa Air Mata

[PUISI] Bahasa Air Mata

01 Apr 2026, 21:22 WIBFiction
[PUISI] Reruntuhan Cahaya

[PUISI] Reruntuhan Cahaya

01 Apr 2026, 05:04 WIBFiction