Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Sunyi yang Tak Menua

[PUISI] Sunyi yang Tak Menua
ilustrasi berjalan sendirian (pexels.com/Vladimir Fukalov)

Di antara sunyi yang tak menua
Aku berjalan tanpa peta
Menandai jejak percakapan yang tersisa
Di sudut-sudut malam yang beratnya nyata

Ada yang lebih tua dari kesendirian
Rindu untuk bertemu diri sendiri
Dalam pelarian yang panjang
Di mana langkah enggan kembali ke rumah lama

Jika besok udara masih menekan dada
Biarkan hening ini jadi kamar yang aman
Tempat luka berhenti berteriak
Dan retakan-retakan tubuh perlahan memeluk cahaya

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Nabila Inaya
EditorNabila Inaya
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Nyanyian Sunyi untuk Rumah Lama

01 Apr 2026, 11:07 WIBFiction
[PUISI] Reruntuhan Cahaya

[PUISI] Reruntuhan Cahaya

01 Apr 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Bunga Surga

[PUISI] Bunga Surga

29 Mar 2026, 21:07 WIBFiction
[PUISI] Abu Pekat

[PUISI] Abu Pekat

29 Mar 2026, 21:04 WIBFiction
[PUISI] Mencari Damai

[PUISI] Mencari Damai

29 Mar 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Kalian Bisa Apa?

[PUISI] Kalian Bisa Apa?

28 Mar 2026, 21:44 WIBFiction