Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Jedalah Sejenak

[PUISI] Jedalah Sejenak
ilustrasi wanita bekerja (pexels.com/cottonbro studio)

Kita adalah barisan ambisi yang lupa cara berhenti,
mengejar validasi di balik layar yang tak pernah mati.
Lupa bahwa raga butuh jeda untuk sekadar bernapas,
sebelum seluruh mimpi-mimpi dipaksa tuntas.

Dunia tak akan runtuh hanya karena kamu memilih rehat,
menyembuhkan luka yang selama ini kamu simpan rapat.
Sebab menjadi dewasa bukan tentang siapa yang tercepat,
tapi tentang siapa yang paling tahu kapan harus beristirahat.

Simpan cemasmu, biarkan esok datang dengan warnanya sendiri,
tak perlu membandingkan mekar dengan bunga di kanan-kiri.
Kamu sudah cukup hebat dengan segala juangmu hari ini,
terima kasih telah bertahan meski jalan sering kali sunyi.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ananda Zaura
EditorAnanda Zaura
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Semanis Madu

03 Apr 2026, 22:08 WIBFiction
[PUISI] Cerita Akhir Maret

[PUISI] Cerita Akhir Maret

03 Apr 2026, 21:17 WIBFiction
[PUISI] Jedalah Sejenak

[PUISI] Jedalah Sejenak

03 Apr 2026, 21:07 WIBFiction
[PUISI] Rumah Ternyaman

[PUISI] Rumah Ternyaman

03 Apr 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Sebongkah Es

[PUISI] Sebongkah Es

03 Apr 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Lahan Basah

[PUISI] Lahan Basah

02 Apr 2026, 22:22 WIBFiction
[PUISI] Rahasia Pagi

[PUISI] Rahasia Pagi

02 Apr 2026, 21:07 WIBFiction
[PUISI] Bahasa Air Mata

[PUISI] Bahasa Air Mata

01 Apr 2026, 21:22 WIBFiction
[PUISI] Reruntuhan Cahaya

[PUISI] Reruntuhan Cahaya

01 Apr 2026, 05:04 WIBFiction