Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
[PUISI] Sebelum Jiwa Pamit pada Waras
ilustrasi seseorang dengan ekspresi kosong dan lelah (pexels.com/Rahib Hamidov)

Logika lelah menjaga waras yang kian retak
Isi kepala porak-poranda dihantam ombak
Kalian bilang aku kurang bersujud dan pasrah
Padahal, isi dada babak belur berlumur darah

Tepuk tangan untuk dunia yang lihai menuntut
Memaksa senyum tegak saat sendi berlutut
Sering kali ingin kupatahkan sisa waras ini
Sebab, berpura-pura baik itu melelahkan hati

Jadi, biarkan malam ini menjadi saksi bisu
Saat aku melepas kemudi dari jemari yang kaku
Besok, kalau tawaku sumbang dan hambar
Jangan tanya mengapa, toh warasku telah buyar

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

EditorYudha ‎