Logika lelah menjaga waras yang kian retak
Isi kepala porak-poranda dihantam ombak
Kalian bilang aku kurang bersujud dan pasrah
Padahal, isi dada babak belur berlumur darah
Tepuk tangan untuk dunia yang lihai menuntut
Memaksa senyum tegak saat sendi berlutut
Sering kali ingin kupatahkan sisa waras ini
Sebab, berpura-pura baik itu melelahkan hati
Jadi, biarkan malam ini menjadi saksi bisu
Saat aku melepas kemudi dari jemari yang kaku
Besok, kalau tawaku sumbang dan hambar
Jangan tanya mengapa, toh warasku telah buyar
Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
[PUISI] Sebelum Jiwa Pamit pada Waras
![[PUISI] Sebelum Jiwa Pamit pada Waras](https://image.idntimes.com/post/20260707/pexels-hamidoffstudio-18369703_ee0cefdf-b796-4104-a747-07b6d491acd1.jpg)
ilustrasi seseorang dengan ekspresi kosong dan lelah (pexels.com/Rahib Hamidov)
This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Curated For You
Editorial Team
EditorYudha