Lihatlah botol kaca itu
Berdiri tegak disudut ruangan yang kumuh
Bagai barang rongsokan yang terbuang
Tak dianggap walau dulu menemani luka
Dia ada saat kau dicampakan
Mendengarkan keluh kesah yang tak berujung
Tak menghakimi dan tetap diam
Walau kisahmu terlalu panjang untuk diceritakan
Dia setia menampung air matamu
Yang kau kuras habis karena sakit hatimu
Dan kini semuanya terisi penuh
Meninggalkan memori lukamu
Berganti menjadi tawa indahmu