Di masa kecilku, aku melihat banyak yang bertamu
Tak lama purnama seolah tersihir oleh keramaian
Tapi, ia tak lekas menjadi cantik
Ditengah bising aduan tangisan

Kulihat ibu disampingku, terisak hingga wajahnya memerah
Aku mencoba menepuk punggungnya
Barangkali, ia tersedak
Barangkali, ia menangisi perihal pukulan itu lagi

Walau ramai dan lebat, sunyi mencoba datang dari masa lalu
Dengan lisan mereka berkata yang tabah ya!
Oh, kiranya ku tau ibu menangisi bapak yang hanya diam saja
Melayang-layang diatas langit-langit kamar