Dalam malam yang temaram
Kau sendirian tanpa teman
Beban kau jadikan kawan
Kaki untuk pelukan
Malam semakin kelam
Aroma hujan semakin menekan
Pikiran-pikiran yang tertimbun sekam
Muncul ke permukaan menambah beban
Malam semakin menakutkan
Kesepian semakin menekan
Dalam temaram terdengar sebuah rapalan,
"Tolong, tolong dengarkan doaku Tuhan."
Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
[PUISI] Sebuah Rapalan
![[PUISI] Sebuah Rapalan](https://image.idntimes.com/post/20220311/fromandroid-0019f19b64a59e5dae5fe901dd520150.jpg)
ilustrasi orang ketakutan (pexels.com/MART PRODUCTION)
This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Editorial Team
EditorDebby Utomo
Related Article
[PUISI] Merawat Luka yang Sama13 Sep 2026, 21:07 WIB
[PUISI] Genggaman Diri di Tengah Malam13 Sep 2026, 20:07 WIB
[PUISI] Membangun dari Sisa Reruntuhan13 Sep 2026, 07:07 WIB
[PUISi] Aku yang Tumbuh dari Runtuh13 Sep 2026, 05:25 WIB
[PUISI] Bayang di Belakang Langkah13 Sep 2026, 05:04 WIB
[PUISI] Jalan yang Tidak Kupilih12 Sep 2026, 22:08 WIB
[PUISI] Bunga yang Mekar di Atas Retakan12 Sep 2026, 21:07 WIB
[Puisi] Langit yang Tak Pernah Ditanya12 Sep 2026, 20:27 WIB
[PUISI] Sebuah Langit untuk Mereka yang Bertahan12 Sep 2026, 11:07 WIB
[PUISI] Puing-Puing Bising12 Sep 2026, 05:25 WIB
[PUISI] Entah Ini Kita atau Bukan12 Sep 2026, 05:04 WIB
[PUISI] Cinta yang Mekar untuk Nona11 Sep 2026, 21:07 WIB
[PUISI] Siapakah Aku?11 Sep 2026, 20:30 WIB
[PUISI] Langit Senja dan Percakapan yang Hilang11 Sep 2026, 14:07 WIB
[PUISI] Rebah yang Dirindukan11 Sep 2026, 05:25 WIB
[PUISI] Cara Tanah Memaafkan11 Sep 2026, 05:04 WIB
[PUISI] Besok yang Bukan Milik Kita10 Sep 2026, 21:07 WIB
[PUISI] Parade Bunga Mekar10 Sep 2026, 20:27 WIB
[PUISI] Menghempas Kabut di Raga10 Sep 2026, 10:07 WIB
[PUISI] Cinta yang Tak Menagih Balasan10 Sep 2026, 06:25 WIB