Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

[PUISI] Secercah Gelita

[PUISI] Secercah Gelita
ilustrasi hutan (pixabay.com/jplenio)
Share Article

Harapanku masih menggema dalam heningnya anak-anak sungai di hutan belantara

tetap menggaung di antara dahan-dahan kayu yang lapuk ketika kausentuh perlahan-lahan

dedaunan yang saling berbisik pun tiada pengecualian dari mimpi yang aku sampaikan pada bumi

musim berganti musim satu per satu menyuguhkan tema kehidupan manasuka 

rembulan dan mentari bergantian menduduki singgasana menikmati alam raya 

tiada datang kilau cahaya tiada hadir sebongkah bohlam yang kudamba

tertinggal secercah gelita pada gua paling dalam di ujung penantian

akankah kembali dan meneruskan perjalanan? 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Topics
Editorial Team
Matthew Suharsono
EditorMatthew Suharsono

Related Articles

See More

[PUISI] Dahaga di Mulut Besi

30 Mei 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Dompet Renta Ayah

[PUISI] Dompet Renta Ayah

28 Mei 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Selembar Pasrah

[PUISI] Selembar Pasrah

27 Mei 2026, 15:07 WIBFiction
[PUISI] Jubah Prasangka

[PUISI] Jubah Prasangka

27 Mei 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Tentang Mimpi

[PUISI] Tentang Mimpi

26 Mei 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Tolak Ukur

[PUISI] Tolak Ukur

25 Mei 2026, 21:07 WIBFiction
[PUISI] Perihal Ibu

[PUISI] Perihal Ibu

25 Mei 2026, 05:25 WIBFiction