Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

[PUISI] Secercah Gelita

[PUISI] Secercah Gelita
ilustrasi hutan (pixabay.com/jplenio)
Share Article

Harapanku masih menggema dalam heningnya anak-anak sungai di hutan belantara

tetap menggaung di antara dahan-dahan kayu yang lapuk ketika kausentuh perlahan-lahan

dedaunan yang saling berbisik pun tiada pengecualian dari mimpi yang aku sampaikan pada bumi

musim berganti musim satu per satu menyuguhkan tema kehidupan manasuka 

rembulan dan mentari bergantian menduduki singgasana menikmati alam raya 

tiada datang kilau cahaya tiada hadir sebongkah bohlam yang kudamba

tertinggal secercah gelita pada gua paling dalam di ujung penantian

akankah kembali dan meneruskan perjalanan? 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Curated For You
[PUISI] Setumpuk Buku

[PUISI] Setumpuk Buku

03 Nov 2021, 21:24 WIBFiction
Editorial Team