Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Sekarang dan Semua yang Terlewatkan

[PUISI] Sekarang dan Semua yang Terlewatkan
ilustrasi pagi berkabut (pexels.com/Mehmet Turgut Kirkgoz)

Yang seindah kabut pagi
Meski samar aku nikmati
Bagai jutaan tetes embun yang jatuh berkali-kali
Kubiarkan saja ke mana angin membawaku kali ini
Bertaruh pada kata mereka, tanpa menuntut perkara
Kapan dusta akan berhenti mengudara

Dan hujan pun sudah lama tertahan
Bersama awan hitam yang pergi dengan enggan
Letih kepada diri yang masih saja keras kepala
Untuk selama hidup ini belum jua kujumpai matahari
Hanya sinar redup yang tahu akan mati, pasti
Raguku sudah mantap di hati

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Yudha ‎
EditorYudha ‎
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Kopi Tanpa Asap

01 Mar 2026, 07:07 WIBFiction
[PUISI] Kepada Ibu

[PUISI] Kepada Ibu

28 Feb 2026, 05:15 WIBFiction
[PUISI] Untuk Anakku

[PUISI] Untuk Anakku

27 Feb 2026, 05:15 WIBFiction
[PUISI] Serambi Kosong

[PUISI] Serambi Kosong

26 Feb 2026, 14:47 WIBFiction
[PUISI] Merayakan Sepi

[PUISI] Merayakan Sepi

25 Feb 2026, 05:15 WIBFiction
[PUISI] Di Antara Gerimis

[PUISI] Di Antara Gerimis

24 Feb 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Luka yang Berjalan

[PUISI] Luka yang Berjalan

23 Feb 2026, 05:04 WIBFiction