Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Terdiam dalam Hangat

[PUISI] Terdiam dalam Hangat
Seseorang duduk seraya mengelus kelincinya (pexels.com/@tima-miroshnichenko)

Makhluk hidup berbulu tebal nan lembut
Resmi menjadi bagian diriku yang penakut
Akan suara hujan di atap seng tipis akut
Sebab, tetes air hujannya bak menyergap
Bantal dan sejumput alat musik terganjal
Di telinga 'tuk menyamarkan hujan brutal

Pernah terjadi dulu sebelum ia akhirnya ikut
Mewarnai lagi kertas kehidupanku yang kusut
Kini dinding kalbuku pecah berkeping-keping
Terlepas benang jahitan luka oleh si hening
Menyobek cemas yang sedang kupandang
Wajahnya yang gemas berkuping panjang

Dengan cermat mendidih kepalaku amat kuat
Jiwaku sungguh kasihan, terkurung dalam penat
Rasa takutku kini tercurah untuk sang adik angkat
Gemar menggigit rok sutra, terdiam dalam hangat

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ananda Zaura
EditorAnanda Zaura
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Sedang Bersama Sore

18 Apr 2026, 23:25 WIBFiction
[PUISI] Persis Kaca Rapuh

[PUISI] Persis Kaca Rapuh

18 Apr 2026, 20:17 WIBFiction
[CERPEN] Sampai Mati

[CERPEN] Sampai Mati

17 Apr 2026, 06:38 WIBFiction
[PUISI] Sang Pemilih

[PUISI] Sang Pemilih

17 Apr 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Ritmeku Sendiri

[PUISI] Ritmeku Sendiri

15 Apr 2026, 17:47 WIBFiction
[PUISI] Sisa Tawa di Dada

[PUISI] Sisa Tawa di Dada

15 Apr 2026, 05:04 WIBFiction