[PUISI] Selamat Datang di Dunia Cucuku, Dunia yang Kian Sulit Membedakan Warna
![[PUISI] Selamat Datang di Dunia Cucuku, Dunia yang Kian Sulit Membedakan Warna](https://image.idntimes.com/post/20170522/xxxxxxxxxxx-57f9f8387ffb2c3a3fff91c4b261712a.jpg)
Selamat datang, Cucuku …
Selamat datang di dunia, yang kini kian sulit membedakan warna, hitam-putih ambigu, hingga tampak seperti abu-abu. Atmosfir global telah mengaburkan nilai - warna kehidupan. Hanya mata hati yang mampu membaca, menjadi netra yang waskita.
Tapi yakinlah, ngiang suara adzan di telingamu adalah Nur Illai yang (semoga) akan menuntunmu hingga kelak kakimu bisa bergerak menapak, meniti titian hari, susuri jalan kehidupan yang kadang terjal hingga membuat banyak manusia terjungkal.
Selamat datang, Cucuku …
Selamat datang di dunia, yang kini penuh dengan euforia dunia maya dan permainan media, hingga kebenaran bisa dijungkirbalikkan dengan olahan kata-kata, denotasi dikonotasikan, konotasi didenotasikan. Sungguh, sebuah fenomena yang memprihatinkan.
Tapi ketahuilah, lahirmu ke dunia dalam keadaan fitrah, semoga terus istiqomah hingga kelak engkau bisa tegap-tegar melangkah, memilih – memilah benar- salah yang kian susah. Kebenaran kian tidak bisa ditangkap dengan mudah, bahkan justru kebenaran-kebenaran itu saling bertentangan - serampangan. Kelak, temukan kebenaran itu, karena kebenaran adalah bekal di dalam dirimu untuk berbuat baik kepada sesama.
Selamat datang, Cucuku …
Selamat datang di dunia, yang manusia-manusianya kian memuja harta, bahkan jabatan pun bisa diminta dan direkayasa agar bisa berkuasa. Strata sosial diukur berdasarkan dikotomi miskin-kaya, lebih parahnya lagi, hina-mulia dilihat dari sedikit-banyaknya harta benda.
Tapi satu hal yang harus engkau tahu, sandang-pangan-papan adalah kebutuhan dasar setiap insan yang harus diperjuangkan. Hidup tidak bisa hanya sekadar berpangku tangan. Meski materi bukanlah konsep kehidupan, bagaimanapun, manusia butuh berpakaian, makan dan tempat tinggal.
Mbah uti-mu, paklik-paklik-mu, bahkan ibumu tak kan mungkin bisa bertahan arungi kehidupan tanpa asupan materi, rezeki dari Allah melalui Mbah Kung-mu yang bekerja keras, membanting tulang hingga ke negeri jiran.
Selamat datang, Cucuku ...
Maafkan Mbah Kung-mu yang belum bisa memangku;
Kuala Lumpur, 23/5/2017 >> 10.47pm
@menyambut cucu pertamaku
![[PUISI] Mencari Tempat Berpulang](https://image.idntimes.com/post/20260826/pexels-gabi-santana-180445968-14016080_2d982203-a892-450d-b1cf-d71a848f4def.jpg)
![[PUISI] Satu-satunya Payung](https://image.idntimes.com/post/20260827/pexels-aleksandar-radovanovic-436503074-15326984_169dc0e4-058f-4ed2-9763-cde8f399c044.jpg)
![[PUISI] Keberhasilan yang Terasa Seperti Kewajiban](https://image.idntimes.com/post/20250313/image-70cdb9c69889c1f4bff9d1aee2075a57.jpg)
![[PUISI] Luka Generasi](https://image.idntimes.com/post/20240103/pexels-photo-1361766-318f737aa1f43f13bd86c5b8c98ea26c-eed4737590347147f06f55ba6205b864.jpg)
![[PUISI] Dahulu](https://image.idntimes.com/post/20260726/ahaconvert_photo-1620416265040-cc777cad1883_a94eb432-3898-429f-8d51-c82e1694141e.jpg)
![[PUISI] Jejak Simpanan](https://image.idntimes.com/post/20260810/jose-manuel-alonso-diet9-td6gc-unsplash_abf2c822-48ed-4c37-8333-8501ca9a494c.jpg)
![[PUISI] Memeluk Sesak](https://image.idntimes.com/post/20250121/1000267813-d970b9a19a754cc9ecd9f9b6f7df74c6-f6291bd5a87f10cd6517ab8c7991c53a.jpg)
![[PUISI] Negeri yang Kupanggil Pulang](https://image.idntimes.com/post/20260816/img_6829_74621509-fd66-4908-95ec-3fc4c7d3488a.jpeg)
![[PUISI] Kerlipan Malam Fana](https://image.idntimes.com/post/20260825/pexels-lucien-schreiber-2148200512-31430642_ddb3b27e-67a9-4391-839f-ba5380fa2a05.jpg)
![[PUISI] Pohon yang Menolak Tumbang](https://image.idntimes.com/post/20260511/simon-wilkes-s297j2csdlm-unsplash_02ac0408-1e4e-4ed2-927f-1990a291e5ad.jpg)
![[PUISI] Rumah Kosong](https://image.idntimes.com/post/20240302/1000142111-d970b9a19a754cc9ecd9f9b6f7df74c6-49400d271c423efb67ae3932b399106d.jpg)
![[PUISI] Panggung Pentas Pribadi](https://image.idntimes.com/post/20260823/pexels-olivia-3216244-27509167_369df080-20e1-4fd5-b7d1-edf4191e2f67.jpg)
![[PUISI] Mengapa Kami Harus Menjadi Normal?](https://image.idntimes.com/post/20240118/pexels-photo-3214195-318f737aa1f43f13bd86c5b8c98ea26c-cc547d565a4ce03b6e6be850900bab6e.jpeg)
![[PUISI] Seribu Duka](https://image.idntimes.com/post/20240520/woman-5718089-1280-c979fdfe2d536eb93792c6e846f1ce41-7b3fa49440e282accf758be53e112b5f.jpg)
![[PUISI] Stasiun yang Selalu Ditinggalkan](https://image.idntimes.com/post/20260110/pexels-jeffrey-czum-254391-2120010_6f096150-d3cb-4f49-8299-4e502cf3b3cd.jpg)
![[PUISI] Menang atas Rasa Takutku](https://image.idntimes.com/post/20260525/pexels-martin-marthadinata-252863-37446221_b6faecd5-0019-45c1-81fe-f969f1c9ec69.jpg)
![[PUISI] Jejak Kaki di Pesisir Pantai](https://image.idntimes.com/post/20240704/pexels-photo-4337881-c6cdc6cfcbd4d8029a05e025eea142cd-6482a5dfaa075920a7c2431b3622c44c.jpeg)
![[PUISI] Rekayasa Bahagia](https://image.idntimes.com/post/20260822/photo-1576411451362-65f2761067ef_5e02668f-dc0d-4b2a-9f57-bd059c78837c.jpeg)
![[PUISI] Gelas Kosong yang Terjeda](https://image.idntimes.com/post/20260824/1003485699_a1e59ce6-4c75-4c3e-9b15-13a79efed007.jpg)
![[PUISI] Sela Adab](https://image.idntimes.com/post/20260816/photo-1563300365-9c77e472e7a5_19184aca-21a8-4a04-803b-23096d2d1290.jpeg)