Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

[PUISI] Selepas Hujan

[PUISI] Selepas Hujan
ilustrasi hujan (pexels.com)

Guntur menggelegar diiringi cahaya kilat
Mengoyak langit memekikkan telinga
Gerah pun luruh bersama butiran dingin
Menembus tulang menyisakan getir yang basah

Hujan jatuh serempak
Mengetuk genting, menulis doa di tanah
Ada yang berteduh di balik rumah
Bercengkerama hangat dalam lingkar keluarga
Ada yang terus melangkah
Menembus deras menantang takut di dada
Ada yang diam menatap jendela berembun
Membiarkan kenangan menyeruak
Dari masa yang tak sempat disapa

Jarum jam melaju pelan
Gerimis menipis membawa tanda reda
Suara katak saling bersahutan
Mengiring malam dengan nyanyian
Kurebahkan tubuh yang lelah
Di bawah selimut tebal
Sebelum akhirnya tenggelam ke dalam mimpi bersenandung syahdu

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Topics
Editorial Team
Nabila Inaya
EditorNabila Inaya
Follow Us

Related Articles

See More

[PUISI] Jika Waktu Bisa Diulang

03 Mei 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Gadai Percaya

[PUISI] Gadai Percaya

03 Mei 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Hamparan Semu

[PUISI] Hamparan Semu

01 Mei 2026, 21:27 WIBFiction
[PUISI] Aku Terkutuk

[PUISI] Aku Terkutuk

01 Mei 2026, 07:07 WIBFiction
[PUISI] Nasi Goreng Ibu

[PUISI] Nasi Goreng Ibu

01 Mei 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Pundak Tanpa Jeda

[PUISI] Pundak Tanpa Jeda

29 Apr 2026, 05:25 WIBFiction