Kutatap senja yang enggan berpijar
Di sela sunyi yang makin memudar
Kita masih duduk di bangku yang sama
Namun hati telah kehilangan nama
Ada ribuan kata di ujung lidah
Tentang letih yang tak pernah sudah
Namun kupilih diam dan memeluk malam
Agar retak tak semakin tenggelam
Tatapanmu kini bagai hujan reda
Turun tanpa lagi membawa cerita
Senyummu singgah sekadar kewajiban
Bukan lagi rumah bagi kerinduan
Andai esok kau memilih berlalu
Biarlah angin membawa seluruh pilu
![[PUISI] Senja yang Enggan Berpijar](https://image.idntimes.com/post/20260213/img_3013_bfa749ee-2038-4d81-95c4-7f00e2a30eda.jpeg)