Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

[PUISI] Senyum Ayah

[PUISI] Senyum Ayah
ilustrasi senyum ayah (pexels.com/Vlada Karpovich)

Ayah, dalam jarak yang jauh

Aku merindukan senyum ayah

Senyum yang tanpa lelah

Senyum yang tanpa gelisah

 

Asal engkau tahu ayah

Anakmu yang dahulu dalam pelukan hangat ayah

Telah belajar menjadi seorang ayah

Ayah, aku merindukan senyummu

 

Saat ini aku tak mampu ikhlas tersenyum seperti senyummu kepadaku

Aku sering mengeluh saat aku merasa lelah dengan hidupku

Aku sering lupa bahwa aku sudah menjadi ayah untuk anakku

Sedangkan senyummu ayah, tak mampu aku sampaikan pada anakku

Bagaimana cara untuk ikhlas tersenyum ayah?

 

Aku mohon ayah, walau engkau jauh terpaut oleh jarak

Berikan aku banyangan senyummu yang selalu ikhlas itu

Senyum yang mampu melumat kesedihan

Senyum yang mampu menghancurkan ketakutan

Ayah, aku takut jika senyummu tak mampu aku riwayatkan pada keturunanmu

Maafkan aku

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ken Ameera
EditorKen Ameera
Follow Us

Related Articles

See More

[PUISI] Biru yang Tak Bisa Dijelaskan

10 Mei 2026, 22:02 WIBFiction
[PUISI] Menyembuhkan Diri

[PUISI] Menyembuhkan Diri

10 Mei 2026, 15:25 WIBFiction
[PUISI] Pelan

[PUISI] Pelan

09 Mei 2026, 17:57 WIBFiction
[PUISI] Tabungan Rasa

[PUISI] Tabungan Rasa

09 Mei 2026, 17:48 WIBFiction
[PUISI] Perangai Mematikan

[PUISI] Perangai Mematikan

09 Mei 2026, 08:48 WIBFiction
[PUISI] Niskala

[PUISI] Niskala

08 Mei 2026, 20:27 WIBFiction
[PUISI] Kepada Kegagalan

[PUISI] Kepada Kegagalan

07 Mei 2026, 05:25 WIBFiction