Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Serpihan Rindu

[PUISI] Serpihan Rindu
ilustrasi memandangi foto ibu (pexels.com/Rene Terp)

Pagi hari pertama membuka mata

Berbeda saat tak dengar sapa darinya

Tak tayang hangat drama keluarga cemara

Satu era berubah saat ibu tiada

 

Ketika bulan pertama terbit menyingsing

Aku tapaki dunia yang tampak asing

Pelan-pelan menata rindu pecah berkeping

Menyirami serpihan hati agar tak kering

 

Pergantian tahun pertama setelah ibu pergi

Terseok, namun siapa sangka aku berdiri

Saat pelupuk mulai basah karena sepi

Hanya memori baik penyembuh hati

 

Optimisme tahun kelima ibu pergi

Ibu, yakinlah Tuhan pertemukan kita lagi

Meski memori suara ibu memudar

Akan aku jalani hidup tanpa gentar

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Atqo Sy
EditorAtqo Sy
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Sajak untuk Rindu yang Tak Pernah Selesai

23 Mar 2026, 22:52 WIBFiction
[PUISI] Ruang Tersembunyi

[PUISI] Ruang Tersembunyi

23 Mar 2026, 20:27 WIBFiction
[PUISI] Luka yang Berbunga

[PUISI] Luka yang Berbunga

23 Mar 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Badut Tanpa Sirkus

[PUISI] Badut Tanpa Sirkus

22 Mar 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Subuh yang Beku

[PUISI] Subuh yang Beku

21 Mar 2026, 15:25 WIBFiction
[PUISI] Anak Bawang

[PUISI] Anak Bawang

20 Mar 2026, 05:04 WIBFiction