Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Setelah Abu-abu

[PUISI] Setelah Abu-abu
ilustrasi jembatan tertutup kabut (unsplash.com/osmanrana)

Bersembunyi dari haluanmu
Suara tak reda dalam anganku
Merinai akan hidup adalah janji pahit
Di mana timah tak mungkin menjadi emas

Kehilangan kilauan petang
Layaknya menanti percikan api
Semua yang terjamah akan terkorosi
Menaksir kerangka ilusi yang tersembunyi

Hari demi hari berlalu pergi
Mendesak dan mengemis remah serotonin
Dunia sukma seiring menyambut elusif
Kehilangan anutan selepas pirau

Banyak siasat menstimulasi ketepian
Saat-saat sialan berubah menjadi jembatan
Mereka menuntun pada suatu ajang
Di mana semua melesap dalam kelenyapan
Rasio tak terpuaskan di bulevar kenihilan.

 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Yudha ‎
EditorYudha ‎
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Gema Renjana Melabuhkan Sauh

05 Apr 2026, 20:22 WIBFiction
[PUISI] Rindu Rumah

[PUISI] Rindu Rumah

05 Apr 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Setipis Alasan

[PUISI] Setipis Alasan

04 Apr 2026, 21:27 WIBFiction
[PUISI] Semanis Madu

[PUISI] Semanis Madu

03 Apr 2026, 22:08 WIBFiction
[PUISI] Cerita Akhir Maret

[PUISI] Cerita Akhir Maret

03 Apr 2026, 21:17 WIBFiction
[PUISI] Jedalah Sejenak

[PUISI] Jedalah Sejenak

03 Apr 2026, 21:07 WIBFiction
[PUISI] Rumah Ternyaman

[PUISI] Rumah Ternyaman

03 Apr 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Sebongkah Es

[PUISI] Sebongkah Es

03 Apr 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Lahan Basah

[PUISI] Lahan Basah

02 Apr 2026, 22:22 WIBFiction
[PUISI] Rahasia Pagi

[PUISI] Rahasia Pagi

02 Apr 2026, 21:07 WIBFiction