Paku bak menancap di kepalaku utuh
Di meja bundar rambut terurai kusentuh
Membelai jiwaku yang tersisa separuh
Hampa di ujung kuku, aku lelah sungguh
Menghadiri diriku yang labil menggigil
Dalam kalbu ada seutas doa-doa kecil
Agar ku tak selalu merasa terkucil
Jejak kaki di tanah liat masih terlihat
Deras luka lebam harus kuseka keringat
Diskusi aku kepada para ahli yang hebat
Aku dapat mengenal diriku kian dekat
Kepada jiwaku yang rapuh dan utuh
Satu-satunya insan yang dapat merawat
Diriku yang sulit diterka, bukanlah perawat
Tapi, aku si pemilik raga yang berjiwa kuat
Dalam menghadapi hidup sampai tamat
![[PUISI] Seutas Doa-doa Kecil](https://image.idntimes.com/post/20241118/pexels-photo-7272596-c05da5ed068e33d4cd830d385e226024-7d120280951996379b2a5d8e74ec8fdd.jpeg)