Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Menahan Diri

[PUISI] Menahan Diri
ilustrasi menahan diri (freepik.com/freepik)

Siluet tubuh pantulkan banyangan abadi
Setiap lekuk terpatri secara terperinci
Jelas sekali amarah mengikat diri
Gejolak api menampilkan emosi

Kepalanya penuh berkecamuk pikiran
Seolah tak henti meminta perhatian
Rasanya penuh kehancuran
Semua mata menganggapnya kesalahan
Apakah hadirku tak diinginkan?

Tarik napas panjang perlahan
Biarkan amarah memeluk hujan
Setetes air mata mengucur bak ukiran
Sudah cukup diri ini menahan
Hanya berteman dengan tangisan

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ananda Zaura
EditorAnanda Zaura
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Di Bawah Langit yang Berhitung

13 Apr 2026, 14:47 WIBFiction
[PUISI] Ladang Bancakan

[PUISI] Ladang Bancakan

13 Apr 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Sempurna

[PUISI] Sempurna

12 Apr 2026, 17:48 WIBFiction
[PUISI] Asing

[PUISI] Asing

12 Apr 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Sahabat Bertumbuh

[PUISI] Sahabat Bertumbuh

11 Apr 2026, 20:28 WIBFiction
[PUISI] Kepada Hari Jumat

[PUISI] Kepada Hari Jumat

11 Apr 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Tak Punya Kuasa

[PUISI] Tak Punya Kuasa

11 Apr 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Bilik Nostalgia

[PUISI] Bilik Nostalgia

10 Apr 2026, 17:48 WIBFiction
[PUISI] Bayang Tanpa Nama

[PUISI] Bayang Tanpa Nama

09 Apr 2026, 19:48 WIBFiction