Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Perpustakaan Waktu

[PUISI] Perpustakaan Waktu
Perpustakaan Waktu (Pexels.con/Maria Mileta)

Di suatu tempat yang tidak ada di peta,

waktu menyimpan dirinya
dalam rak-rak sunyi.

Tahun-tahun berdiri
seperti buku tua,
punggungnya retak
oleh terlalu banyak kenangan.

Hari-hari adalah halaman tipis
yang mudah robek oleh penyesalan,
sementara detik-detik kecil
berjatuhan seperti debu cahaya.

Manusia datang sebagai pembaca,
membuka hidupnya perlahan
dengan tangan yang gemetar.

Ada yang membaca masa lalu
sampai matanya basah,
ada yang menutup buku hari ini
karena takut pada bab berikutnya.

Namun waktu
tidak pernah benar-benar berhenti
ia hanya memindahkan cerita
dari satu hati
ke hati yang lain.

Dan kita semua,
tanpa sadar,
sedang menulis diri kita sendiri
di perpustakaan yang tak pernah tutup.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ken Ameera
EditorKen Ameera
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Pendar Noktah Jiwa Renik

17 Apr 2026, 21:07 WIBFiction
[CERPEN] Sampai Mati

[CERPEN] Sampai Mati

17 Apr 2026, 06:38 WIBFiction
[PUISI] Sang Pemilih

[PUISI] Sang Pemilih

17 Apr 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Ritmeku Sendiri

[PUISI] Ritmeku Sendiri

15 Apr 2026, 17:47 WIBFiction
[PUISI] Sisa Tawa di Dada

[PUISI] Sisa Tawa di Dada

15 Apr 2026, 05:04 WIBFiction