Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
[PUISI] Sisa Nyawa
ilustasi Puisi Sisa Nyawa (pexels.com/Pedro Dias)

Matanya mengerjap berulang
jemarinya tak berkutik
begitu pula seluruh raganya
ia terbujur sangat kaku
di tengah kerumunan

Tak seorang pun mampu
melihat bayangnya yang diam
di ujung sana, tepat di belakang
ia membisu, terlalu bisu malah

Itulah kesaksian terakhir darinya
sebelum akhirnya ia terbang
jauh, tak dapat diukur jaraknya
yang kemudian dirinya sadari
bahwa sisa nyawanya berakhir

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Topics

Editorial Team