Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
[PUISI] Tanah Usang
ilustrasi melihat Matahari terbenam (unsplash.com/Tim Marshall)

Di ufuk renta, sebuah pulau tertidur
Menyelimuti tubuhnya dengan selimut kabut koyak
Angin menjadi pengembara bisu
Mengusap karang lupa cara menangis
Laut mengeja dengan lidah ombak
Ironi, setiap suku kata karam
Di dasar waktu berlumut
Senja, bak lentera yang kehilangan minyak
Matahari pulang membawa wajah retak
Dengan benang-benang cahaya rapuh
Menyaksikan negeri tak utuh
Pucat berwajah sembap

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

EditorYudha ‎