Matamu selalu pancarkan keteduhan
Yang membuatku ingin menatapnya lebih dalam
Kuharap mata itu tak kan pernah menjadi sayu
Meski waktu menggerogoti kebalnya tubuhmu
Ayah, usiamu kini semakin senja,
Nada bicaramu mulai terbata-bata
Bibirmu pun tak mampu tersenyum dengan sempurna,
Kegagahanmu telah memudar tak lagi segar
Guratan yang saling terhubung dipipimu semakin bertambah
Membuatmu nampak tua nan lemah
Tapi, bisakah matamu tetap pancarkan keteduhan?
Sebab, aku ingin menatapnya tuk pahami arti kehidupan
Bolehkah kupinta pada Tuhan,
Agar tidak menjemputmu saat mata kita saling bertemu,
Bisakah kumohon pada Tuhan,
Agar tidak hentikan nafasmu saat kau lelah berada di atas ranjang
Aku tahu, waktu pasti kan membawamu pergi
Aku mengerti, suatu saat kita tak bisa saling bertatapan lagi
Tapi, bisakah kau bertahan tuk lewati hari esok
Sampai matamu yang meneduhkan itu tak kuasa tuk terbuka lagi
![[Puisi] Teduhnya Matamu](https://image.idntimes.com/post/20181123/photo-1516733725897-1aa73b87c8e8-072dd86572dec1122b0e79c7f673cec1.jpeg)