Di kota itu, sunyi dijual per jam
Dikemas rapi dalam botol kaca
Orang kaya membeli malam tanpa suara
Orang miskin tidur di bawah sirene yang sama

Tawa dikenai pajak di ruang publik
Tangis dipindahkan ke lorong sempit
Bahkan angin harus mengantre izin
Sebelum menyentuh wajah yang letih

Lalu seorang anak tertawa di trotoar
Suaranya pecah menembus gedung menjulang
Tak ada yang mampu menghentikan gema
Tak ada harga yang sanggup membeli larangan

Sejak itu kota mulai kehilangan kuasa
Sebab kebebasan tumbuh dari hal sederhana
Satu suara yang berani menjadi nyata
Bisa meretakkan dinding yang dibangun oleh ketakutan