Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

[PUISI] Hutan Mengabu dan Burung Tak Bersuara

1 min read
[PUISI] Hutan Mengabu dan Burung Tak Bersuara
Ilustrasi kobaran api dan abu. (pixabay.com/MerandaDevan)

Ayah, siapa yang membakar rimba?
Sungguh tega merampas nyawa
Tempat kita menggantungkan harap
Kini tinggal arang gelap

Terdengar hutan menjerit di balik bara
Memanggil hujan yang tak jua tiba
Daun-daun gugur menjadi abu
Dan akar merintih di tanah berjelaga

Inginku pejamkan mata dan menutup telinga
Tapi sungguh aku tak tega
Lihat lah langit kita
Merah mengabu kehilangan warna

Hutan mengabu dan burung tak bersuara
Asap menelan sisa-sisa udara
Pohon tumbang, dan bumi menjerit penuh duka
Ayah, aku harus mengapa?

    This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
    Share Article
    Editorial Team

    Kisah Koperasi Perempuan di Tepi Rel