Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
[PUISI] Tempat Pulang di Dunia
sebuah rumah di danau yang tenang (magnific.com/waewkidja)
  • Puisi menggambarkan kegelisahan seseorang yang merasa asing, kehilangan arah, dan belum menemukan tempat pulang di tengah keramaian.
  • Tokoh lirik berusaha menyesuaikan diri agar terlihat biasa, tetapi upaya menjadi seperti orang lain justru menjauhkannya dari jati diri.
  • Keinginan utamanya bukan kemewahan, melainkan ruang sederhana untuk beristirahat dan menjadi diri sendiri tanpa takut dianggap salah.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Ke mana kaki ini harus melangkah
Jika setiap pintu terasa asing dan resah
Di antara ramai, aku justru kehilangan arah
Mencari rumah yang tak pernah kutemukan juga

Aku belajar tersenyum agar terlihat biasa
Belajar menjadi seperti mereka, menyesuaikan warna
Namun semakin kucoba untuk menjadi siapa-siapa
Semakin jauh rasanya aku dari diriku yang sebenarnya

Mungkin aku memang tak pandai tinggal di keramaian
Tak mengerti bagaimana menjadi bagian dari perbincangan
Aku hanya seseorang yang sering berdiri di tepian
Menatap dunia bergerak tanpa tahu harus ke mana pulang

Aku tak meminta istana dengan jendela berjajar
Tak perlu taman luas atau langit-langit yang menjulang tinggi dan megah
Aku hanya ingin satu ruang kecil untuk beristirahat sebentar
Tempat aku boleh menjadi diriku tanpa takut dianggap salah

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team