Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Terik dan Senja

[PUISI] Terik dan Senja
ilustrasi pantai di sore hari (pexels.com/Yan Krukov)

Lihatlah awan yang mulai merah
Senja tiba ketika habisnya derita
Keindahan sang surya tiada tara
Bergerak menuju barat untuk istirahat

Kelak tiba di ujung kepala
Terik membakar bulu-bulu kulit
Sudah pasti tak suka dengan sang surya
Tapi hanya merasakan keindahan pada senjanya

Tak mungkin nyaman kala berdiri di bawahnya
Tersorot panas cahayanya walaupun dia melihatku
Seakan-akan aku tak suka dia ketika dekat
Dan aku melihat keindahannya ketika dia pergi menjauh

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Topics
Editorial Team
Abay Asyamar
EditorAbay Asyamar
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Titik yang Enggan Dijemput Garis

25 Mar 2026, 19:22 WIBFiction
[PUISI] Suara Bertingkah

[PUISI] Suara Bertingkah

25 Mar 2026, 17:47 WIBFiction
[PUISI] Menang

[PUISI] Menang

25 Mar 2026, 06:28 WIBFiction
[PUISI] Layu, Tapi Hidup

[PUISI] Layu, Tapi Hidup

25 Mar 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Merajut Laut Fajar

[PUISI] Merajut Laut Fajar

25 Mar 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Ruang Tersembunyi

[PUISI] Ruang Tersembunyi

23 Mar 2026, 20:27 WIBFiction
[PUISI] Luka yang Berbunga

[PUISI] Luka yang Berbunga

23 Mar 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Badut Tanpa Sirkus

[PUISI] Badut Tanpa Sirkus

22 Mar 2026, 05:04 WIBFiction