Sering kali aku mencari diri yang telah lama pergi
Namun, saat kau memanggil ibu, aku jatuh hati lagi
Kau adalah alasan mengapa aku bertahan hari demi hari
Sebab, hanya dalam dekapmu, damai itu kembali menyertai

Aku manusia biasa yang terkadang kehilangan arah
Tangismu sering kali membuat dadaku terasa rapuh
Namun, saat kau rebah tenang di pundakku
Segala lubang di hati kau isi dengan napasmu

Ternyata bukan kau yang butuh aku untuk tumbuh
Namun, akulah yang butuh kau agar hatiku tak angkuh
Kau bukan sekadar muara, kau adalah jalan pulang
Tempat egoku runtuh dan segala duka akhirnya hilang