Gadis muda penenun takdir
Yang selalu tersenyum hingga akhir
Meski tiba jemarinya meraba duka
Tak sirna bahagianya meski terluka
Kembali Sang Gadis menenun takdir
Yang kedua buat tangannya terkilir
Namun, kembali ia poles dengan tawa
Penuhi takdirnya dengan senyum mesra
Tapi, untuk yang terakhir
Tirai takdirnya terpelintir
Buat senyumnya sirna
Dan terpoles jejak airmata
Gadis muda Sang Penenun Takdir
Kini jemarinya sudah tak lagi mahir
Sebab tirainya telah dicerca cela
Dan sudah jatuh kedalam petaka
![[PUISI] Tirai Takdir Terpelintir](https://image.idntimes.com/post/20260622/pexels-karola-g-6634692_0d53ea80-01f8-4afa-b68e-1422946bb8b5.jpg)