Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Titik Jenuh

[PUISI] Titik Jenuh
Pexels.com

Ada yang bosan, mengeluh sedang jenuh

Tapi tak kunjung kemana-mana, tetap pada tempat yang sama

Menikmati kopi yang dibeli nya tadi pagi

Ah, sudah kubilang, semua hanya perlu dijalani, proses demi proses tetap harus dilalui

Wajar saja bila bosan, wajar saja ingin sejenak berhenti

Merenung hingga dahi mengerut, hingga kepala mengangguk

Pemahaman selalu butuh kepala yang tenang, tubuh tentu akan tetap tumbuh dengan hati yang lapang

Berserah dan pasrah tidak sama hal nya dengan menyerah

 

Jakarta, 16 November 2019

@dolarmooi

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dolar Mooi
EditorDolar Mooi
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Perlombaan Tanpa Garis Finis

16 Apr 2026, 09:48 WIBFiction
[PUISI] Ritmeku Sendiri

[PUISI] Ritmeku Sendiri

15 Apr 2026, 17:47 WIBFiction
[PUISI] Sisa Tawa di Dada

[PUISI] Sisa Tawa di Dada

15 Apr 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Ladang Bancakan

[PUISI] Ladang Bancakan

13 Apr 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Sempurna

[PUISI] Sempurna

12 Apr 2026, 17:48 WIBFiction