Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
[PUISI] Tuhan, Turunkan Hujan
ilustrasi karhutla (Pexels.com/José Luis Photographer)
  • Puisi menggambarkan kebakaran hutan yang telah berlangsung empat bulan, dengan asap menutup langit dan api yang belum padam.

  • Warga, terutama anak-anak, mengalami sesak napas dan mata memerah, sementara satwa kehilangan habitat serta pepohonan berubah menjadi abu.

  • Penyair menyoroti ketiadaan aksi nyata dari penguasa dan memanjatkan harapan agar hujan deras mengakhiri derita.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Empat bulan sudah hutan menyala
asap menggulung, menutup langit dan harapan
Hari berganti, api tak jua padam
sementara rakyat menelan sesak dan kepulan asap

Rakyat menunggu tangan yang datang memberi pertolongan
namun yang tiba hanya janji tanpa aksi
Anak-anak batuk di balik jendela
mata memerah, napas tersengal di antara bara
Satwa berlari kehilangan rumahnya
Pohon-pohon tumbang menjadi abu dan luka

Wahai penguasa
sampai kapan rakyat harus menunggu negara bekerja?
Jika tangan manusia tak kunjung mampu memadamkannya
semoga awan datang membawa kuasa-Mu
untuk mengakhiri derita

Turunlah, hujan, sebelum semuanya hilang
sebelum hutan tinggal arang dan kenangan
Turunlah deras membasuh bumi yang kepanasan
membawa pulang udara untuk mereka yang kesulitan

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team