Empat bulan sudah hutan menyala
asap menggulung, menutup langit dan harapan
Hari berganti, api tak jua padam
sementara rakyat menelan sesak dan kepulan asap
Rakyat menunggu tangan yang datang memberi pertolongan
namun yang tiba hanya janji tanpa aksi
Anak-anak batuk di balik jendela
mata memerah, napas tersengal di antara bara
Satwa berlari kehilangan rumahnya
Pohon-pohon tumbang menjadi abu dan luka
Wahai penguasa
sampai kapan rakyat harus menunggu negara bekerja?
Jika tangan manusia tak kunjung mampu memadamkannya
semoga awan datang membawa kuasa-Mu
untuk mengakhiri derita
Turunlah, hujan, sebelum semuanya hilang
sebelum hutan tinggal arang dan kenangan
Turunlah deras membasuh bumi yang kepanasan
membawa pulang udara untuk mereka yang kesulitan
![[PUISI] Tuhan, Turunkan Hujan](https://image.idntimes.com/post/20261030/pexels-joseluisphottographer-6835060_1502e77d-f075-4502-b4a0-d68ccd8c4145.jpg)