Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Wanita dan Ledakan Tawa

[PUISI] Wanita dan Ledakan Tawa
ilustrasi wanita bergembira (pexels.com/Mert Coşkun)

Ia berdiri di tengah badai yang hangat
Menyulap pagi menjadi pesta yang pekat
Tangan mungilnya mengangkat cahaya
Menyembur angin seperti mantra rahasia

Bibirnya mekar, tawa melesat bagai panah cahaya
Menembus dinding, membelah beku di udara
Matanya menyala, mengiris kelabu gerimis
Seakan hujan tak lebih dari permen manis

Tak ada amarah di peluru anginnya
Hanya gurau yang merontokkan resah dunia
Rambut pun menari, mencium aroma hari
Menggoda waktu yang enggan pergi

Di antara denting kaca dan wangi sabun pagi
Ia bertahta di singgasana yang tak dimiliki sesiapa lagi
Dan siapa pun yang singgah dalam lingkar tawanya
Akan pulang dengan dada yang dipenuhi musim pertama

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Topics
Editorial Team
Nabila Inaya
EditorNabila Inaya
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Musim yang Tak Kembali

20 Mar 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Anak Bawang

[PUISI] Anak Bawang

20 Mar 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Di Balik Kaca Toko

[PUISI] Di Balik Kaca Toko

17 Mar 2026, 21:17 WIBFiction
[PUISI] Ilusi Emosi

[PUISI] Ilusi Emosi

17 Mar 2026, 21:07 WIBFiction
[PUISI] Menahan Diri

[PUISI] Menahan Diri

16 Mar 2026, 21:07 WIBFiction
[PUISI] Perpustakaan Waktu

[PUISI] Perpustakaan Waktu

16 Mar 2026, 17:47 WIBFiction
[PUISI] Jejak Keruh

[PUISI] Jejak Keruh

16 Mar 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Menabung Kebaikan

[PUISI] Menabung Kebaikan

15 Mar 2026, 21:17 WIBFiction