Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Sepertiga Malam

[PUISI] Sepertiga Malam
ilustrasi masjid di malam hari (pexels.com/Ahmet Arslan)

Di bawah naungan atap bertabur gemintang
Dalam sorotan senyum rembulan yang menelusup pekat malam
Pada sorak-sorai angin yang membelah sunyi
Juga hawa dingin yang membangunkan diri

Selimut malam masih panjang terbentang
Tergelar mengisi sudut-sudut kesunyian
Memberi celah jiwa untuk berpasrah diri
Menghapus resah yang mengotori hati

Bersambut tenang menyapa keheningan
Berkawan akrab merangkul kekhusukan
Membenamkan diri dalam peluk dini hari
Meredam bara yang membakar hati

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Indiana Malia
EditorIndiana Malia
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Sunyi yang Mendesak

24 Mar 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Ruang Tersembunyi

[PUISI] Ruang Tersembunyi

23 Mar 2026, 20:27 WIBFiction
[PUISI] Luka yang Berbunga

[PUISI] Luka yang Berbunga

23 Mar 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Badut Tanpa Sirkus

[PUISI] Badut Tanpa Sirkus

22 Mar 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Subuh yang Beku

[PUISI] Subuh yang Beku

21 Mar 2026, 15:25 WIBFiction
[PUISI] Anak Bawang

[PUISI] Anak Bawang

20 Mar 2026, 05:04 WIBFiction